Pembelajaran matematika yang dilakukan di London itu adalah pembelajaran yang sesungguhnya, dimana siswa dapat terpenuhi kebutuhanya. Setiap siswa memiliki kemampuan intelegensi yang berbeda-beda, dengan kemampuan yang berbeda-beda ini maka siswa juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Siswa yang pandai tentu berbeda kebutuhannya dengan siswa yang kurang pandai atau rata-rata. Oleh karena itu, dengan metode pembelajaran seperti yang ada di London itu, saya rasa sangatlah efektif daripada proses pembelajaran di Indonesia, sebab pembelajaran di sana benar-benar dapat memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Hal ini sangatlah berbeda bila dibandingkan dengan pembelajaran di Indonesia. Kebutuhan siswa dianggap sama, sehingga dalam waktu yang sama, siswa dituntut untuk mempelajari matematika yang sama dengan hasil yang sama seperti yang dipikirkan gurunya. Padahal, bila pembelajaran matematika terlalu cepat (mengikuti siswa yang pandai di kelas) maka siswa yang kurang pandai akan kesulitan untuk mengikutinya, sebaliknya bila pembelajaran disesuaikan dengan siswa yang kurang pandai di kelasnya maka siswa yang pandai akan merasa bosan, sebab mereka harus menunggu sampai siswa yang kurang pandai itu paham dengan materi pembelajaran yang disampaikan.
Untuk melaksanakan pembelajaran seperti di London memang tidaklah mudah dan bahkan cenderung ribet namun hal ini tentu akan sebanding dengan hasilnya. Hasil yang diperoleh dengan proses pembelajaran seperti ini akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan proses pembelajaran seperti yang ada di Indonesia saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar