Minggu, 28 April 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah



Syahadat merupakan sebuah kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Syahadat memiliki makna yang sangat mendalam. Orang yang mengucapkan syahadat adalah orang yang berpengetahuan tentang syahadat. Ia harus mengetahui tentang makna dari syahadat tersebut tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Ia harus mau menerima konsekuensi dari ucapan syahadatnya. Ia juga harus mau menegakkan syahadat. Mau menerima resiko dan akibat dari syahadatnya. Orang yang sudah mengucapkan syahadat artinya dia sudah berjanji untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah SWT. Segala ruh yang ada di muka bumi ini berasal dari nur Muhammad SAW. Wajah  Nabi Muhammad memancarkan cahaya dan memancarkan kebaikan-kebaikannya.

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia



Kita hendaknya dapat memanfaatkan peluang atau kesempatan yang ada karena kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Kita harus berani mengambil keputusan, tidak boleh ragu-ragu dalam bertindak. Apapun yang kita lakukan hendaknya semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT. Pergunakan hati kita sebagai pengendali pikiran kita. Kita sebaiknya dapat menghubung-hubungkan peristiwa-peristiwa yang ada di sekitar kita. Kita juga harus dapat menerjemahkan apa yang ada di sekitar kita dan kita hendaknya juga mau untuk diterjemahkan oleh lingkungan sekitar.

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah



Manusia tidak pernah luput dari salah dan dosa, sehingga manusia hendaknya selalu bertaubat kepada Allah SWT. Taubat artinya kembali kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan-kesalahan. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau bertaubat kepada Allah SWT. Manusia dilarang berputus asa atas ampunan Allah karena Allah Maha Mengampuni hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat. Dalam bertaubat, hendaknya manusia melakukan taubat nasuha. Taubat nasuha adalah taubat yang sebenar-benarnya. Inti dari taubat nasuha adalah menyesali perbuatan yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi selama-lamanya. Bila kesalahan itu terhadap manusia, hendaknya orang yang bertaubat itu meminta maaf kepada orang yang telah didzalimi. Dengan bertaubat maka akan menambah kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Allah SWT selalu membukakan pintu ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat. Kita dapat memohon ampun dengan beristighfar. Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin bebas dari dosa dan kesalahan saja masih beristighfar seratus kali per hari, apalagi kita yang tidak luput dari salah dan dosa hendaknya kita lebih memperbanyak istighfar.

Refleksi Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT



Kita selalu membutuhkan Allah dalam kehidupan kita. Apa-apa yang kita miliki segalanya dari Allah SWT. Namun kita sebagai manusia, sering berbuat dosa dan kekhilafan dari kita akhil baligh hingga besar seperti sekarang. Oleh karena itu, kita hendaknya senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT. Allah Maha Mengampuni hamba-hamba-Nya yang mau memohon ampun kepada-Nya.
Allah SWT selalu memberikan apa yang kita butuhkan sehingga kita hendaknya senantiasa bersyukur kepada-Nya karena begitu besar karunia-Nya kepada kita. Bersyukur bukan hanya di lidah saja, melainkan kita wujudkan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya secara istiqomah dan penuh keikhlasan.

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir


Ketika kita berdzikir dengan ikhlas kepada Allah SWT, kita merasa bahwa kita sangat dekat dengan Allah SWT. Pada saat itu, segala urusan yang kita kerjakan akan dimudahkan oleh Allah SWT, baik itu urusan dunia maupun urusan akhirat. Kita dapat mengenal Allah SWT melalui sifat-sifat-Nya. Untuk dapat mengenal Allah SWT, kita harus menujukan hati kita hanya kepada Allah SWT. Kita hendaknya senantiasa selalu mengingat Allah SWT dalam dzikir maupun dalam solat. Ketika kita meninggal dan ucapan terakhir kita adalah La Illaha maka kita termasuk kepada golongan orang-orang yang tidak beriman. Oleh karena itu, kita hendaknya memaknai segala perkataan di Al- Quran dengan Allah.
Tujuan dzikir adalah untuk membersihkan hati kita. Bila hati kita sudah bersih, maka kita akan dapat merasakan kehadiran Allah SWT yang berupa pertolongan-Nya, perhatian-Nya.
Setan selalu berusaha menggoda manusia. Setan berusaha menggoda manusia dari depan, kanan, dan kiri. Setan ingin berusaha agar manusia tidak pernah bersyukur dan selalu berkeluh kesah. Keluh kesah hanya akan membuat manusia semakin susah, sedangkan dengan bersyukur maka akan bertambahlah nikmat bagi manusia.
Untuk memohon ampun kepada Allah SWT, kita hendaknya beristighfar dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, semoga Allah memudahkan segala urusan kita. Aamiin

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-tata-cara-atau.html?showComment=1367143374652#c8157078403604821318

Setiap manusia hendaknya selalu berdoa kepada Allah SWT. Doa merupakan ungkapan harapan manusia.Berdoa juga merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT Barang siapa yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT maka orang tersebut masuk ke dalam golongan orang-orang yang sombong dan kelak tempatnya adalah di neraka jahanam. Dengan berdoa, maka seseorang akan dapat membatalkan ketentuan Allah SWT. Selain itu, dengan berdoa maka kita akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah SWT.
Salah satu cara agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT adalah dengan cara berbakti kepada kedua orang tua. Allah SWT senantiasa menyuruh kita untuk selalu berbakti kepada Allah SWT. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, Allah SWT akan membuat doa kita dikabulkan dan Allah akan menjadikan orang-orang di sekitar kita menyukai kita.
Ketika berdoa, kita hendaknya menggunakan suara yang lirih, sebab dengan melirihkan suara maka doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Allah Maha Mendengar maka meskipun kita berdoa dengan suara lirih pun, Allah sudah mendengarkan doa kita. Bahkan Allah lebih menyukai orang-orang yang melirihkan suaranya ketika berdoa. Suara yang lirih menunjukkan iman yang tinggi, ketundukan dan ketaatan kita, serta menunjukkan keikhlasan kita dalam beribadah. Doa merupakan dzikir plus karena pada saat berdoa, kita menyebutkan asma-asma Allah. Kita hendaknya berdoa secara continue dan terus menerus karena Allah akan mengabulkan doa yang continue dan terus menerus ini.
Ketika kita berdoa, hendaknya kita mengangungkan Allah SWT serta shalawat dahulu. Doa yang baik adalah doa yang sesuai dengan ayat-ayat Al Quran. Memang boleh berdoa dengan bahasa kita sendiri, namun akan lebih baik bila doa itu merupakan doa yang ada dalam Al Quran. Kita juga tidak boleh melampaui batas dalam berdoa. Hendaknya kita merendahkan diri dalam berdoa. Ada kondisi-kondisi dan waktu-waktu tertentu yang mustajab untuk berdoa, seperti ketika sepertiga malam, ketika sujud, diantara adzan dan iqomah, letika teraniaya, dan sebagainya.