Pengetahuan itu dibangun oleh a priori dan a posteriori. A priori
adalah pengetahuan yang bersifat abstrak dan maya, berupa keterangan-keterangan.
A priori hanya ada dalam pikiran dan memori kita. Sedangkan a posteriori adalah
pengetahuan yang berasal dari proses penginderaan kita. Pengetahuan yang kita
miliki baru dikatakan benar jika sama dengan kenyataannya.
Pengetahuan yang baru terdiri dari a priori saja itu baru mencakup
setengahnya. Begitu pula pengetahuan yang hanya terdiri dari a posteriori saja
itu juga baru mencakup setengahnya. Jadi, untuk membangun pengetahuan secara
utuh diperlukan a priori dan a posteriori.
Untuk menggapai pengetahuan itu ada halangannya. Halangannya
salah satunya adalah prasangka yang buruk. Bila kita sudah berprasangka buruk
terhadap suatu pengetahuan, maka kita akan sulit untuk membangun pengetahuan
itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar