http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-tata-cara-atau.html?showComment=1367143374652#c8157078403604821318
Setiap manusia hendaknya selalu berdoa kepada Allah SWT. Doa merupakan ungkapan harapan manusia.Berdoa juga merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT Barang siapa yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT maka orang tersebut masuk ke dalam golongan orang-orang yang sombong dan kelak tempatnya adalah di neraka jahanam. Dengan berdoa, maka seseorang akan dapat membatalkan ketentuan Allah SWT. Selain itu, dengan berdoa maka kita akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah SWT.
Salah satu cara agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT adalah dengan cara berbakti kepada kedua orang tua. Allah SWT senantiasa menyuruh kita untuk selalu berbakti kepada Allah SWT. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, Allah SWT akan membuat doa kita dikabulkan dan Allah akan menjadikan orang-orang di sekitar kita menyukai kita.
Ketika berdoa, kita hendaknya menggunakan suara yang lirih, sebab dengan melirihkan suara maka doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Allah Maha Mendengar maka meskipun kita berdoa dengan suara lirih pun, Allah sudah mendengarkan doa kita. Bahkan Allah lebih menyukai orang-orang yang melirihkan suaranya ketika berdoa. Suara yang lirih menunjukkan iman yang tinggi, ketundukan dan ketaatan kita, serta menunjukkan keikhlasan kita dalam beribadah. Doa merupakan dzikir plus karena pada saat berdoa, kita menyebutkan asma-asma Allah. Kita hendaknya berdoa secara continue dan terus menerus karena Allah akan mengabulkan doa yang continue dan terus menerus ini.
Ketika kita berdoa, hendaknya kita mengangungkan Allah SWT serta shalawat dahulu. Doa yang baik adalah doa yang sesuai dengan ayat-ayat Al Quran. Memang boleh berdoa dengan bahasa kita sendiri, namun akan lebih baik bila doa itu merupakan doa yang ada dalam Al Quran. Kita juga tidak boleh melampaui batas dalam berdoa. Hendaknya kita merendahkan diri dalam berdoa. Ada kondisi-kondisi dan waktu-waktu tertentu yang mustajab untuk berdoa, seperti ketika sepertiga malam, ketika sujud, diantara adzan dan iqomah, letika teraniaya, dan sebagainya.
Setiap manusia hendaknya selalu berdoa kepada Allah SWT. Doa merupakan ungkapan harapan manusia.Berdoa juga merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT Barang siapa yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT maka orang tersebut masuk ke dalam golongan orang-orang yang sombong dan kelak tempatnya adalah di neraka jahanam. Dengan berdoa, maka seseorang akan dapat membatalkan ketentuan Allah SWT. Selain itu, dengan berdoa maka kita akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah SWT.
Salah satu cara agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT adalah dengan cara berbakti kepada kedua orang tua. Allah SWT senantiasa menyuruh kita untuk selalu berbakti kepada Allah SWT. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, Allah SWT akan membuat doa kita dikabulkan dan Allah akan menjadikan orang-orang di sekitar kita menyukai kita.
Ketika berdoa, kita hendaknya menggunakan suara yang lirih, sebab dengan melirihkan suara maka doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Allah Maha Mendengar maka meskipun kita berdoa dengan suara lirih pun, Allah sudah mendengarkan doa kita. Bahkan Allah lebih menyukai orang-orang yang melirihkan suaranya ketika berdoa. Suara yang lirih menunjukkan iman yang tinggi, ketundukan dan ketaatan kita, serta menunjukkan keikhlasan kita dalam beribadah. Doa merupakan dzikir plus karena pada saat berdoa, kita menyebutkan asma-asma Allah. Kita hendaknya berdoa secara continue dan terus menerus karena Allah akan mengabulkan doa yang continue dan terus menerus ini.
Ketika kita berdoa, hendaknya kita mengangungkan Allah SWT serta shalawat dahulu. Doa yang baik adalah doa yang sesuai dengan ayat-ayat Al Quran. Memang boleh berdoa dengan bahasa kita sendiri, namun akan lebih baik bila doa itu merupakan doa yang ada dalam Al Quran. Kita juga tidak boleh melampaui batas dalam berdoa. Hendaknya kita merendahkan diri dalam berdoa. Ada kondisi-kondisi dan waktu-waktu tertentu yang mustajab untuk berdoa, seperti ketika sepertiga malam, ketika sujud, diantara adzan dan iqomah, letika teraniaya, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar