Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dapat diibaratkan dengan permainan kuda lumping. Keadaan kita saat ini adalah tengah kesurupan. Bagaimana kesurupan itu bisa terjadi tak dapat dijelaskan. Begitu pula dengan keadaan bangsa kita ini, banyak kebijakan-kebijakan yang sulit dijelaskan. Alasan pengambilan kebijakan-kebijakan pun tidak sesuai dengan realita yang ada. Di bidang pendidikan sendiri, contoh kesurupan adalah dengan pengambilan kebijakan tentang UN. UN yang hanya memuat beberapa mata pelajaran saja dapat menentukan kelulusan siswa yang sudah bertahun-tahun belajar di sekolah. Padahal siswa tersebut belajar bukan hanya beberapa mapel yang di UN kan tersebut, tetapi juga pelajaran lain. Lalu mengapa yang di UN kan hanya beberapa mapel itu? Apakah mapel yang lain tidak penting? Kalau tidak penting, mengapa diajarkan?
Agar bangsa kita tidak mengalami kesurupan, maka kita sebagai warga negara hendaknya mampu berpikir kritis sehingga tidak terombang-ambing oleh keadaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar