Minggu, 26 Mei 2013

Refleksi Elegi Ritual dan Serba-serbi Unas


http://powermathematics.blogspot.com/2011/03/elegi-ritual-dan-serba-serbi-unas.html?showComment=1369630968050#c4909218255720991984

Saat ini, UNAS merupakan momok bagi siswa. UNAS adalah penentu keberhasilan siswa selama belajar di sekolah. Bila UNAS gagal, maka siswa itu akan dianggap gagal dalam belajar di sekolah. Oleh karena itu, berbagai pihak mengupayakan berbagai cara agar siswa dapat lulus UNAS dengan hasil yang maksimal. Mulai dari mengikuti bimbel, agenda ngenol, drill soal, hingga yang bersifat religius seperti malam spiritual, doa bersama, dan lain sebagainya.  Bahkan ada yang menggunakan cara-cara yang tidak masuk akal seperti pergi ke dukun, mencelupkan pensil ke dalam air yang sudah didoakan dan masih banyak lagi. UNAS merupakan suatu ketakutan tersendiri bagi siswa, guru maupun orang tuanya. Padahal tujuan diadakannnya UNAS adalah untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. Namun, yang terjadi di lapangan adalah pihak guru maupun orang tua begitu menekan siswa agar lulus UNAS bagaimanapun caranya dan proses dianggap tidaklah penting karena hasil UNAS ini akan menentuikan harga diri orang tua, guru, maupun sekolah. Proses pembelajaran tidak terlalu diperhatikan, serningkali kita melihat di sekolah-sekolah menjelang UNAS yang dilakukan hanyalah terus-terusan mengerjakan latihan soal.
Ilmu yang dipelajari oleh guru tentang metode mengajar dan sebagainya tidak bisa diterapkan karena di tempatnya mengajar itu masih bersifat UNAS oriented.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar