Jumat, 03 Mei 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja


Hawa nafsu itu ada dua, yaitu hawa nafsu yang baik dan hawa nafsu yang buruk. Terkadang kita tidak dapat membedakan mana hawa nafsu yang baik dan mana hawa nafsu yang buruk. Untuk menghilangkan hawa nafsu yang buruk, kita harus bermujahadah. Syarat untuk melakukan mujahadah adalah meninggalkan segala hal yang berkaitan dengan keduniawian seperti pangkat dan simbol-simbol kebesaran. Hendaknya kita bermujahadah hanya kepada Allah SWT saja.
Seseorang yang bermujahadah akan berusaha untuk melawan hawa nafsunya yang buruk. Hawa nafsu yang buruk itu biasanya berhubungan dengan sesuatu yang menyenangkan. Segala yang sejalan dengan hawa nafsu kita, kita anggap sebagai kawan, sedangkan yang tidak sejalan dengan hawa nafsu kita, kita anggap sebagai musuh. Nafsu yang tidak baik itu juga meliputi nafsu yang stabil. Ketika kita tahu bahwa perbuatan kita itu salah, namun kita tetap melakukannya berarti kita belum dapat mengendalikan hawa nafsu kita.
Mujahadah harus disertai dengan istighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Pada akhirnya, bermujahadah kepada Allah ini untuk membentuk sifat tawadhu’, pemurah, dan mudah bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar