Jumat, 24 Mei 2013

Refleksi Elegi Memahami Elegi


Setelah membaca elegi di atas, saya merasa bahwa tokoh mahasiswa yang digambarkan di atas itu adalah saya. Terkadang saya merasa bosan dan berputus asa dalam merefleksi elegi-elegi yang ada. Terlebih lagi saat bahasanya sulit untuk saya pahami dan eleginya terlalu panjang.Namun, elegi-elegi yang Bapak buat mengajarkan saya banyak hal. Saya mulai menyukai untuk melakukan refleksi, sebab dari merefleksi elegi-elegi Bapak, saya dapat belajar tentang banyak hal hanya dari satu blog.
Ternyata baru saya sadari bahwa dalam melakukan refleksi elegi-elegi itu harus ada unsur ikhlasnya. Bila kita tidak ikhlas, maka semuanya akan terasa berat. Bahkan mungkin baru membuka blog bapak saja sudah merasa malas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar