Setelah membaca elegi di atas, saya merasa bahwa tokoh
mahasiswa yang digambarkan di atas itu adalah saya. Terkadang saya merasa bosan
dan berputus asa dalam merefleksi elegi-elegi yang ada. Terlebih lagi saat bahasanya
sulit untuk saya pahami dan eleginya terlalu panjang.Namun, elegi-elegi yang
Bapak buat mengajarkan saya banyak hal. Saya mulai menyukai untuk melakukan
refleksi, sebab dari merefleksi elegi-elegi Bapak, saya dapat belajar tentang
banyak hal hanya dari satu blog.
Ternyata baru saya sadari bahwa dalam melakukan refleksi
elegi-elegi itu harus ada unsur ikhlasnya. Bila kita tidak ikhlas, maka
semuanya akan terasa berat. Bahkan mungkin baru membuka blog bapak saja sudah
merasa malas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar