http://powermathematics.blogspot.com/2010/10/elegi-pemberontakan-para-normatif.html?showComment=1369469625113#c2519196384044442097
Ujian Nasional merupakan momok bagi setiap siswa yang berada di kelas paling tinggi di sekolahnya karena ujian nasional yang hanya beberapa hari itu menentukan keberhasilannya selama belajar di sekolah. Ujian Nasional membuat guru-guru juga berusaha dengan gigih untuk membuat siswa-siswanya lulus dengan nilai yang memuaskan. Nilai yang memuaskan akan membuat kebanggaan tersendiri baggi sekolah. Alhasil, dilaksanakanlah drill soal setiap hari dan les dari yang istilahnya ngenol hingga les yang membuat siswa pulang jauh lebih sore dari biasanya.
Ujian Nasional sebenarnya belum mampu untuk mengukur kemampuan masing-masing siswa sebab ujian nasional itu diselenggarakan dengan soal objektif dan hanya dilakukan pada beberapa mata pelajaran saja. Padahal soal yang objektif iu tidak dapat mewakili pemikiran siswa. Terkadang dalam hal ini siswa yang bejo akan dapat meraih nilai yang lebih tinggi daripada siswa yang pandai. Selain itu, dengan soal yang objektif, tidak dapat dilihat mana siswa yang benar-benar bisa dan mana siswa yang hanya asal-asalan menjawab. Ujian nasional yang hanya beberapa mata pelajaran juga berdampak kurang bagus bagi siswa sebab mereka akan cenderung memntingkan pelajaran yang untuk UN ketimbang pelajaran yang tidak di UN kan, padahal pelajaran yang tidak di UN kan juga sama pentingnya dengan pelajaran yang di UN kan. Selain itu, pembelajarna juga berlangsung bukan dengan tujuan siswa paham dengan materi namun hanya sekedar siswa mampu untuk mengerjakan soal UN.
Jadi saya sangat setuju bila UN dihapuskan karena UN hanya membebani siswa dan guru.
Ujian Nasional merupakan momok bagi setiap siswa yang berada di kelas paling tinggi di sekolahnya karena ujian nasional yang hanya beberapa hari itu menentukan keberhasilannya selama belajar di sekolah. Ujian Nasional membuat guru-guru juga berusaha dengan gigih untuk membuat siswa-siswanya lulus dengan nilai yang memuaskan. Nilai yang memuaskan akan membuat kebanggaan tersendiri baggi sekolah. Alhasil, dilaksanakanlah drill soal setiap hari dan les dari yang istilahnya ngenol hingga les yang membuat siswa pulang jauh lebih sore dari biasanya.
Ujian Nasional sebenarnya belum mampu untuk mengukur kemampuan masing-masing siswa sebab ujian nasional itu diselenggarakan dengan soal objektif dan hanya dilakukan pada beberapa mata pelajaran saja. Padahal soal yang objektif iu tidak dapat mewakili pemikiran siswa. Terkadang dalam hal ini siswa yang bejo akan dapat meraih nilai yang lebih tinggi daripada siswa yang pandai. Selain itu, dengan soal yang objektif, tidak dapat dilihat mana siswa yang benar-benar bisa dan mana siswa yang hanya asal-asalan menjawab. Ujian nasional yang hanya beberapa mata pelajaran juga berdampak kurang bagus bagi siswa sebab mereka akan cenderung memntingkan pelajaran yang untuk UN ketimbang pelajaran yang tidak di UN kan, padahal pelajaran yang tidak di UN kan juga sama pentingnya dengan pelajaran yang di UN kan. Selain itu, pembelajarna juga berlangsung bukan dengan tujuan siswa paham dengan materi namun hanya sekedar siswa mampu untuk mengerjakan soal UN.
Jadi saya sangat setuju bila UN dihapuskan karena UN hanya membebani siswa dan guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar