Jumat, 17 Mei 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)


Setiap orang pasti menginginkan solatnya itu dapat khusyuk, termasuk juga saya. Saya sendiri masih merasa belum bisa untuk dapat menjalankan solat dengan khusyuk. Terkadang dalam solat ada saja yang dipikirkan, kalaupun tak ada yang dipikirkan, nanti tiba-tiba ingat sesuatu. Mungkin begitulah ahlinya setan dalam menggoda manusia ketika salat.
Dalam elegi di atas, cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan solat dengan khusyuk adalah dengan memperbanyak zikir, mengingat Allah SWT. Namun, zikir saja tidak cukup untuk mengusir setan sebab zikir itu hanya merupakan gertakan bagi setan. Zikir yang dapat menghardik setan adalah zikir yang disertai dengan ikhlas dan hati yang bersih di dalamnya. Untuk membersihkan hati kita, kita harus mengikuti atau menaati perintah-perintah Allah SWT.
Setan menggoda manusia melalui pintu yang bernama penyakit hati. Penyakit hati ini merupakan jalan masuk sekaligus tempat berkembangnya setan. Penyakit hati yang merupakan pintu setan antara lain adalah keinginan atau ambisi yang membuat manusia itu rakus dan dengki. Keinginan yang kuat ini akan memunculkan dendam. Pintu setan yang lain adalah marah dan syahwat. Marah tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, ketika marah, manusia diperintahkan untuk salat agar marahnya dapat hilang. Syahwat adalah godaan ketika sepasang manusia sedang berduaan. Syahwat dapat menjerumuskan manusia ke dalam perzinaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar