Jumat, 17 Mei 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah


 Allah memiliki dua wajah yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Allah SWT itu tidak boleh kita bayangkan karena Allah itu tidak bisa dibayangkan dan tidak ada yang menyerupainya. Untuk dapat membayangkan Allah, kkta harus melakukan pembersihan terhadap diri kita. Pembersihan terhadap bayangan apapun tentang Allah. Dengan sifat-sifat jalaliyyah Allah, kita hendaknya memposisikan diri kita sebagai hamba-Nya.
Wajah lain Allah adalah jamaliyyah. Jamaliyyah yaitu sisi yang menunjukkan keindahannya. Ini ditunjukkan  dengan sifat-sifat Allah. Dari sisi jamaliyyah, kita harus melakukan tasybih yaitu meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Hal ini akan membuat kita merasa dekat dengan Allah, inilah yang disebut dengan cinta kita kepada Allah.
Manusia hendaknya memadukan jalaliyyah dan jamaliyyah agar hidup kita seimbang. Kita bisa berlaku bebas namun tetap berpegang teguh pada aturan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar