Minggu, 05 Mei 2013

Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan


Kita sebagai manusia hendaknya tidak hanya mengejar urusan duniawi saja sebab bila kita mengejar urusan duniawi maka kita tidak akan mendapatkan akhirat. Sedangkan bila kita mengejar urusan akhirat maka urusan duniawi akan dimudahkan oleh Allah SWT.  Kehidupan di dunia merupakan penentuan bagaimana kehidupan kita kelak di akhirat, sehingga kita perlu berbuat baik sebanyak-banyaknya untuk menjadi bekal kita nanti.
Dosa bersumber dari kesombongan dan syahwat, yang paling berbahaya adalah dosa karena sombong karena kesombongan itu akan membuat kita tidak merasa berdosa. Selain itu, Allah juga membenci orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan kesombongan. Kita tidak boleh menyepelekan dosa-dosa yang kecil karena dosa yang kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan berkembang menjadi dosa besar.
 Suatu perbuatan yang dilakukan oleh orang yang mengetahui bahwa perbuatan itu berdosa maka dosanya melebihi orang yang tidak tahu bahwa perbuatan itu berdosa.  Orang yang beramal dengan ilmu maka pahalanya juga akan lebih besar daripada orang yang beramal tanpa ilmu. Oleh karena itu, ilmu sangat penting dalam beribadah.
Ketika kita menyadari bahwa kita ini berdosa, hendaknya kita bertaubat kepada Allah SWT, caranya dengan selalu beristighfar memohon ampun kepada Allah. Nabi Muhammad SAW saja yang sudah terbebas dari dosa selalu beristighfar, apalagi kita manusia biasa yang tak lepas dari dosa dan kesalahan. Janganlah bertaubat itu menunggu kita tua karena kita tidak tahu kapan kita akan mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar